Berpikir Kritis adalah kemampuan dalam membuat penilaian terhadap satu atau lebih pernyataan dan membuat keputusan yang objektif berdasarkan pada pertimbangan dan fakta yang mendukung.Berpikir kritis merupakan hal penting dan mendasar untuk semua ilmu pengetahuan.Berpikir kritis dapat ditelusuri dalam pemikiran Barat dengan metode Sokrates dari Yunani Kuno dan di Timur, ke Buddha Kalama Sutta dan Abhidharma.
Manfaat berpikir kritis
- Membantu memperoleh pengetahuan, memperbaiki teori, memperkuat argumen
- Mengemukakan dan merumuskan pertanyaan dengan jelas
- Mengumpulkan, menilai, dan menafsirkan informasi dengan efektif
- Membuat kesimpulan dan menemukan solusi masalah berdasarkan alasan yang kuat
- Membiasakan berpikiran terbuka
- Mengkomunikasikan gagasan, pendapat, dan solusi dengan jelas kepada lainnya
Argumen
Argumen adalah serangkaian proposisi (atau dalam kehidupan sehari-hari bisa disamakan dengan pernyataan) yang terdiri dari premis dan kesimpulan. Premis adalah alasan yang dikemukakan untuk mendukung satu kesimpulan.
Retorika (dari bahasa Yunani ῥήτωρ, rhêtôr, orator, teacher) adalah sebuah teknik pembujuk-rayuan secara persuasi untuk menghasilkan bujukan dengan melalui karakter pembicara, emosional atau argumen (logo), awalnya Aristoteles mencetuskan dalam sebuah dialog sebelum The Rhetoric dengan judul 'Grullos' atau Plato menulis dalam Gorgias, secara umum ialah seni manipulatif atau teknik persuasi politik yang bersifat transaksional dengan menggunakan lambang untuk mengidentifikasi pembicara dengan pendengar melalui pidato, persuader dan yang dipersuasi saling bekerja sama dalam merumuskan nilai, keprcayaan dan pengharapan mereka.(http://id.wikipedia.org/wiki/Retorika)
No comments:
Post a Comment