Wednesday, February 27, 2013

Berpikir Kritis,Argumen,dan Retorika

Berpikir Kritis

Berpikir Kritis adalah kemampuan dalam membuat penilaian terhadap satu atau lebih pernyataan dan membuat keputusan yang objektif berdasarkan pada pertimbangan dan fakta yang mendukung.Berpikir kritis merupakan hal penting dan mendasar untuk semua ilmu pengetahuan.Berpikir kritis dapat ditelusuri dalam pemikiran Barat dengan metode Sokrates dari Yunani Kuno dan di Timur, ke Buddha Kalama Sutta dan Abhidharma.



Manfaat berpikir kritis
  1.    Membantu memperoleh pengetahuan, memperbaiki teori, memperkuat argumen
  2.    Mengemukakan dan merumuskan pertanyaan dengan jelas
  3.    Mengumpulkan, menilai, dan menafsirkan  informasi dengan efektif
  4.    Membuat kesimpulan dan menemukan solusi masalah berdasarkan alasan yang kuat
  5.    Membiasakan berpikiran terbuka
  6.    Mengkomunikasikan gagasan, pendapat, dan solusi dengan jelas kepada lainnya
Argumen

Argumen adalah serangkaian proposisi (atau dalam kehidupan sehari-hari bisa disamakan dengan pernyataan) yang terdiri dari premis dan kesimpulan. Premis adalah alasan yang dikemukakan untuk mendukung satu kesimpulan.


Retorika

Retorika (dari bahasa Yunani ῥήτωρ, rhêtôr, orator, teacher) adalah sebuah teknik pembujuk-rayuan secara persuasi untuk menghasilkan bujukan dengan melalui karakter pembicara, emosional atau argumen (logo), awalnya Aristoteles mencetuskan dalam sebuah dialog sebelum The Rhetoric dengan judul 'Grullos' atau Plato menulis dalam Gorgias, secara umum ialah seni manipulatif atau teknik persuasi politik yang bersifat transaksional dengan menggunakan lambang untuk mengidentifikasi pembicara dengan pendengar melalui pidato, persuader dan yang dipersuasi saling bekerja sama dalam merumuskan nilai, keprcayaan dan pengharapan mereka.(http://id.wikipedia.org/wiki/Retorika)







Wednesday, February 20, 2013

Konsep Pengembangan Sains dan Teknologi


Sains  secara umum didefinisikan sebagai pengetahuan (knowledge) yang didapatkan dengan cara sistematis tentang struktur dan perilaku dari segala fenomena yang ada di alam beserta isinya. Sedangkan  teknologi merupakan aplikasi dari sains sebagai respons atas tuntutan manusia akan kehidupan yang lebih baik. Sains dan Teknologi adalah karya yang dilahirkan manusia. Maka tanpa adanya manusia kedua karya tersebut juga tidak akan ada.


 Sains dan teknologi dapat berkembang melalui kreativitas penemuan (discovery), penciptaan (invention),melalui berbagai bentuk inovasi dan rekayasa. Kegunaan nyata dari sains dan teknologi bagi manusia sangat tergantung dari nilai, moral, norma dan hukum yang mendasarinya. Sains dan teknologi tanpa nilai sangat berbahaya dan manusia tanpa sains dan teknologi mencerminkan  keterbelakangan. Dalam konteks di atas, hubungan antara sains, teknologi, dan manusia menjadi penting, sebab seperti yang kita ketahui, teknologi (produk sains) lahir karena adanya kebutuhan manusia untuk mempermudah segala aktivitas dan kegiatannya.

Karena peran sains dan teknologi yang sangat sentral dalam perkembangan peradaban , maka kini banyak negara yang berlomba – lomba untuk mengembangkan  sains dan teknologi. Mereka percaya bahwa dengan majunya sains dan teknologi maka berimbas pada kemajuan bangsa tersebut. Dan memang benar faktanya demikian. Jika kita melihat sejarah dimana kemajuan sains dan teknologi sangat menentukan kemajuan bangsa bahkan dijadikan tolak ukur kemajuan bangsa.  Jadi kita dapat menyimpulkan bahwa kemajuan sains dan teknologi berbanding lurus dengan kemajuan bangsa. Dan  hal  lebih penting yang bisa bangsa dapatkan dengan mengembangkan sains dan teknologi, yakni meningkatnya kesejahteraan bangsa.

Apa saja yang ingin dipelajari di KPST?
  • Cara berfikir kritis dan terkonsep dalam mengkaji suatu masalah.
  • Mengerti akan Konsep Pengembangan Sains dan Teknologi dalam kehidupan sehari-hari.